5 Fakta Tentang Diri Sendiri

5 Fakta Tentang Diri Sendiri

Hihi, malu juga yaa sebenarnya, mengenalkan diri sendiri di blog gini. Bingung yang mau ditulis apa, takutnya tak sngaja nyebar aib sendiri, yang jelas berikut fakta tentang diri saya :

  1. Anak  Sulung yang Mandiri

Lahir sebagai anak sulung dari 3 bersaudara dan lahir ketikaekonomi keluarga belum begitu baik serta  menopang kehidupan saudara, alhasil saya yanglahir sebagai anak sulung dituntut untuk menjadi anak yang mandiri. Bapak yangkala itu sedang merintis usaha percetakannya dari nol dan hanya memiliki satupatner yang tak lain ibu saya sendiri membuat orangtua mendidik saya dengankeras. Apalagi sebagai sulung mau tak mau harus mampu menjadi teladan untukadik-adiknya. Saya yakin, di saat itu, mereka juga berharap kelak anak sulungnyaini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan mandi.

mandiri
kuat
tangguh
memasang tali sepatu sendiri
sumber : https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2017/11/28/img-20171128-161901-5a1d2a2b34aec078096b9473.jpg?t=o&v=760

    2. Introvert

Sebenarnya susah juga ya untuk saya mengungkapkan diri sayasperti apa disini. Saya cenderung pendiam dan introvert. Menyimpan rapatrahasia yang saya miliki dan ini bisa jadi sebagai plus minus diri saya. Jika sayadihadirkan dalam sebuah acara yang membuat saya bertemu dengan orang banyak,maka bisa dipastikan lawan bicara saya akan lebih dahulu menanyakan tentangdiri saya karena saya tak suka bercerita banyak mengenai diri pribadi tapisangat menikmati lawan bicara bertutur.

3. Tipe Setia

Ceilee…apa lagi ini…hehe..tapi ini real lhoh..Saya termasukorang yang susah move on. Jadi semisal saya jatuh cinta pada produk tertentu semisalbedak atau facial wash, maka bisa dipastikan saya tetap setia dan bertahanuntuk jangka waktu yang lama. Bukan tak suka mencoba sesuatu yang baru, tapi rasanyakalau sudah percaya maka saya akanjadi sosok yang memegang teguh loyalitas.

4. Cerewet pada orang terdekat

Nah ini yang agaknya mengungkap sisi negatif sekaliguspositif saya. Jika sudah percaya dan dekat maka saya akan jadi sosok pelindungdan pengayom yang baik meski kadang cerewet saya sering dimaknai dan member kesanbahwa saya galak, terlalu serius dan tak suka bercanda padahal maksud sayacare, lebih ingin melindungi. Bisa jadi kadang juga kalau PMS saya kambuh,alhasil cerewet saya makin menjadi-jadi..heheh..ups..

5. Perfeksionis

Selalu mengharapkan kesempurnaan, dan tak akan berhenti jikasaya merasa masih ada yang kurang meski sedikit.

Semisal,saat saya melihat ada noda di lantai ketika sedang mengepel meskipun hanya bekas semen yang meluberdari keramik yang ukurannya begitu kecil segera saya gosok-gosok agar hasilnyabersih sempurna. Tapi semenjak punya dua anak, sifat ini berangsur luntur. Takapalah sehabis ngepel, lantai dikotori anak. Taka apa dinding penuh coretanhasil karya anak yang lagi seneng menggambar, buku berserakan dan mainan disana-sini. Yang penting anak bahagia kalau itu.

Dampak Media Sosial bagi Surat Kabar

Tanggal 26 Oktober 2018 kemarin menjadi momen paling mengharukan dari sejak pertama kali terbitnya tabloid bola di tahun 1984. Tabloid yang sudah lebih dari 33 tahun menyapa pembaca tiap dua minggu sekali itu mengumumkan dirinya tidak lagi terbit dan di edisi terakhir tersebut menjadi ajang pamitan tabloid bola yang viral di minggu-minggu sebelumnya di twitter dengan hastag #Terimakasihpembaca. Sedih memang melihat banyak sekali surat kabar dan penerbit di Indonesia mulai gulung tikar. Beberapa surat kabar sudah beralih dalam bentuk digital yang lebih mudah dinikmati.

id_tbolas2018mth10ed2915-2024797622.jpg
sumber : ebooks.gramedia.com

Di era yang serba digital ini, semua berubah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Mulai dari smartphone yang semakin pintar dilengkapi dengan beragam fitur dengan harga yang semakin terjangkau, adanya transaksi online dalam hal perbankan, kirim barang, pesan tiket pesawat dan voucher hotel, belanja online hingga pembayaran makanan pun bisa dipesan antar , semua layanan mobile ini menjadi begitu mudah aksesnya. Hal inilah yang mengakibatkan semakin turunnya minat pembaca surat kabar dan akhirnya berakibat semakin menurunnya oplah penjualan yang menyebabkan tidak sedikit pekerja media yang akhirnya merasakan dampak PHK.
Berikut ada alasan kenapa orang lebih memilih Media Sosial ketimbang membaca surat kabar :

apple applications apps cell phone

Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

1. Memperoleh berita secara cepat dan tepat

Adanya sosial media seperti Twitter, Instagram, Facebook, Linkedin, Google+, Youtube, dan masih banyak lagi membuat orang mengetahui peristiwa terkini dan lebih mudah mengetahui fakta di lapangan tanpa merasa perlu lagi membaca surat kabar yang kemunculan beritanya baru bisa dinikmati esok harinya setelah kejadian.

2. Sangat mudah diakses tanpa perlu keluar ruangan

Semua pembaca menjadi mudah mengakses informasi terkini dengan sangat cepat bahkan dalam hitungan detik.

3. Bebas berkomentar dan Memberitakan.

Dengan adanya media yangserba digital, setiap orang menjadi semakin pandai melaporkan pemberitaan terkini yang dikemas dalam format foto hingga video kejadian hingga bermunculan hoax dimana-mana. SAtu hal yang perlu diingat, tetaplah bijak menggunakan media sosial dan tidak melanggar undang-undang.

4. Pembaca menjadi terhubung satu sama lain tanpa merasa perlu bertatap muka langsung.

5. Perusahaan mulai melirik media sosial sebagai ajang promosi

Dengan semakin mudahnya berjejaring sosial, produsen akhirnya memutuskan beralih ke media sosial untuk mempromosikan produknya. Semakin viral selebgram, youtuber, dan influencer maka dirinya akan semakin potensial menerima tawaran iklan produk, produsen akan lebih memilih beriklan di media digital daripada surat kabar.

Ini Alasanku Menulis Blog

Hal yang sering dialami blogger pemula seperti saya ini adalah bingung bagaimana memulai belajar menulis agar tulisannya bisa dinikmati smua orang. Awalnya memulai dengan mengetik 50 karakter setelah itu edit sana edit sini kemudian stag alias berhenti. Bingung yang kira-kira mau ditulis. Kalau udah gitu, bawaannya jadi males buat lanjutin tulisannya dan jadilah cuma ngedit tema terus nutup blog. Hehe…pengalaman saya banget yang ini…Dari pngalaman ini, dan dari ikut komunitas parenting dari situlah perjalanan jadi blogger ini berlanjut. Satu persatu saya temukan cara agar tetep bisa semangat melanjutkan mimpi saya untuk bisa nulis meski belum cucok meong alias belum enak dibacanya. Saya mulai mengenal teman yang suka ngeblog dengan beragam tema yang mereka usung. Ada yang nulis blog lebih karena memang profesinya jadi penulis dan content writer, ada pula yang sering menerima tawaran review produk dan adapula yang ngeblog hanya sekedar bersenang-senang, menyimpan arsip dan berbagi ilmu.

Dari mengenal bermacam blogger inilah saya jadi sering berkunjung ke laman mereka dan disitu saya menemukan secercah harapan. Seperti semacam menemukan jarum diantara jerami, berawal dari ketidaksengajaan akhirnya ketemulah saya dengan Blogger Perempuan. Ketika saya kulik lamannya, Eh..tetiba saya jatuh cinta..Love at first sight gitu dan saya putuskan gabung disini.

Kenapa saya memutuskan gabung di Blogger Perempuan dan bangga memasang Bannernya meski belum punya follower?. Bergabung di Komunitas Blogger Perempuan ini ternyata punya banyak manfaat antara lain :

  1. Silaturahmi

Ya, dari Blogger Perempuan ini saya jadi bertemu dengan banyak orang di dunia maya. Dari ibu rumah tangga hingga anak kuliahan. Dari yang hobi kulineran hingga yang suka ngcraft. Saya jadi merasa menemukan saudara. Di Blogger Perempuan saya berharap bisa mengenal dan berteman dengan banyak orang, siapa tau akhirnya berujung pada ikatan silaturahmi ataupun bisnis, hehe..maunyaa.. Kalau sudah punya teman gini akhirnya kita bisa saling mengingatkan jika salah dan menyemangati dalam kebaikan.

group of people doing star handsign

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

  1. Agar Termotivasi

Dengan berkomunitas dan bergabung di Blogger Perempuan ini, kita seperti menemukan keluarga. Melihat teman bersemangat menulis, saya jadi ikutan bersemangat. Jika sudah mulai kendor semangatnya, kita bisa blogwalking ke laman teman kita dan jadilah kita bersemangat lagi.

  1. Info Lomba

Baru-baru ini, saya jadi hobi ikut lomba dan kontes. Maklum, sebagai istri yang kegiatannya lebih banyak di rumah. Saya jadi terdorong untuk mengikuti beragam kontes dan lomba agar tidak jenuh dengan aktivitas keseharian. Di Blogger Perempuan saya menemukan banyak info kontes yang memacu saya untuk menulis lagi dan lagi.

  1. Mencari Inspirasi

Disini, di Blogger perempuan ini saya juga jadi menemukan banyak ide menulis dan bermacam gagasan dari beragam orang. Dari sekedar hobi jalan-jalan bisa jadi penulis buku, dari hobi memasak bisa mendulang dolar, bahkan yang hobinya berkomentar bisa dibayar. Seru kan..

business money innovation icon

Photo by Pixabay on Pexels.com

  1. Menjadi Profesional

Bagi saya yang masih apalah ini, saya begitu terbantu dengan ikut platform ini. Yang tadinya buta soal blog, akhirnya sedikit banyak saya jadi tau soal SEO, Google trends, yang lagi viral bhkan belajar bagaimana hobi yang kita tekuni ini bisa mendulang dolar gaess..Masih menyangkal gak mau gabung disini? Yang ada..rugiiiii….

Judul Blogku bagian dari diriku

Kalau ditanya kenapa memilih judul blog seperti yang tercantum, saya jadi galau deh. Gak punya alasan tepatnya..Asal tiba-tiba muncul aja. Saya sudah sering ganti-ganti judul blog, sampai hari inipun sepertinya belum klik sama judulnya. Kalau alamatnya, dari awal memang sudah kebacut (red : terlanjur) demikian. Mau diganti, ternyata susah. Mungkin nanti ya, kalau udah jadi .com baru saya ganti judul yang catching, enak didenger dan dihafal.

Pertama kali, judulnya waktu itu sama kayak alamatnya. Emang dasar usia labil dan masih suka galau, alhasil jadilah alamat dan judulnya menandakan kegalauan. Pernah juga saya ganti judul jadi kinanthi karena waktu itu online shop saya judulnya itu, itung-itung sekalian promosi ceritanya.

 

Padahal, judul yang baik itu juga seperti doa. Menyiratkan konten dalam blognya. Cuma ya karena isinyapun gado-gado, belum punya spesifikasi yang jelas meskipun ada kecenderungan ke arah parenting dan hobi jadi judulnya demikian

Akhir dari kegalauan saya selama ini semoga berhenti disini. Ya, judul blog “Catatan Perjalanan” lebih karena saya meniatkan blog sebagai

  1. Arsip saya dalam berproses membesarkan dua anak
  2. Menekankan perjalanan hidup saya.

Saya hanya berpikir siapa tau nantinya perjalanan hidup saya bisa jadi bahan untuk bercerita ke anak cucu, bahwa eyangnya pernah punya blog. Pernah gagal bikin masakan tapi terus mau belajar memperbaiki. Pernah berbuat kesalahan mendidik anak tapi terus mau belajar dan bersungguh-sungguh tak mengulangi. Pernah juga bikin DIY karena alasan lagi gak punya duit atau memang lagi irit sekaligus mengasah kreativitas emak-emak. Pernah ada senang, sedih, duka dan gembira dalam membersamai suami dan anak. Yang pasti tujuannya mengharap ridho Allah dan suami sekaligus agar usia yang ada menjadi berkah buat semua.

3.  Tempat curhat

Diary bernama blog ini juga merupakan bagian hidup saya. Karena proses menulis itu juga bisa jadi penyembuh luka agar prosesnya menjadi lebih cepat dan menyenangkan dan sekaligus agar proses metamorfosis saya terekam disini agar bisa menjadi kupu-kupu yang cantik di mata Allah. Yang jelas bukan nyampah ala kadarnya tetapi lebih ingin menebar energi positif.

Bagaimana denganmu? Apa judul blogmu?

Isi Blogku Nano-nano kayak permen :)

Awal-awal nulis dulu, karena gak punya konsep yang jelas, dan gak tau mau isi apa ini blog akhirnya semangat saya jadi mundur teratur alias ngilang entah kemana. Sekarang, ketika sudah jadi emak-emak kayak gini saya bulatkan tekad buat ngisi lagi dan saya mulai punya konsep jelas perihal apa yang ingin saya tuangkan. Ya, tau tujuan, tau konsep, tau mau dibawa kemana blog ini,hehe kayak lagu aja ya..

Selain punya tujuan yang jelas, ternyata biar kita betah dan rajin menulis di blog, tulisan-tulisan yang kita upload harus sesuai minat dan fokus kita. Sudah pasti tema masing-masing blog beda-beda bergantung minat orang yang menuliskannya.

Bagi saya sendiri yang masih newbie, beberapa tulisan di blog saya lebih banyak berisi tentang parenting yang saya dapat dari berbagai kegiatan baik seminar,kulwap, hasil baca buku dan browsing dan mengikuti beberapa komunitas.

Rencana kedepannya blog saya yang meski nano-nano akan saya isi content tentang :

  1. Memasak

Yang jelas, meski bukan hobi tapi saya suka mencoba resep baru. Soalnya dari kecil saya tomboy dan memasak bukanlah hobi saya, hehe. Tapi karena ingin menyenangkan suami dan anak, saya jadi suka follow di instagram dan baca blog tentang memasak dan membuat cemilan.

Yang jelas, karena membuat camilan sendiri juga menjadi projct jangka panjang saya. Slain ingin menyajikan makanan sehat juga karena pesan dari bapak mertua yang selalu saya ingat “Anak tidak akan suka jajan kalau ibunya rajin membuatkan makanan dan cemilan di rumah”.

2. DIY

Hehe, demi irit dan memuaskan hobi kalo ini. Bisa Do It Yourself apa aja, Crafting, Gardening, Jahit menjahit bahkan mainan homemade untuk anak-anak. Kemarin di waktu materi 3 tentang meningkatkan kecerdasan anak di kuliah whatsapp Institut Ibu Profesional saya sempet bikin wayang-wayangan, playdough homemade, cat air aman untuk anak tapi dikarenakan ribet ini itu akhirnya sampe hari ini belum saya tulis juga resep dan langkah-langkahnya.Hmm..semoga segera setelah ini saya upload yaa..

3. Review tempat yang saya kunjungi

Jujur, saya suka banget jalan-jalan. But, semenjak saya ngurus dua bocah yang masih kecil-kecil, kayaknya saya jadi jarang kemana-mana. Kedepannya ditunggu aja tulisannya

4. Parenting

Nah kalau ini sepertinya mendominasi. Saya sudah release tulisan tentang parenting.

Tujuan utamanya lebih sekedar untuk mengingatkan saya sendiri, healing procss, dan sebagai arsip dari hasil berburu ilmu di komunitas, baik seminar, grup whatsapp maupun hasil baca buku dan browsing. Bersyukur kalau ternyata jyga bermanfaat untuk orang lain. Bagaimana punyamu? Isinya pasti seru juga kan?

Menulis Blog ? Untuk apa ya?

Kalau dilihat sepintas, ada banyak alasan mengapa orang menulis blog, bisa karena kesepian sehingga blog menjadi tempat melampiaskan segala kegundahan, atau bisa jadi juga karena sekedar suka menulis, karena mengembangkan bisnis, mensyiarkan agama, menularkan ilmu, berbagi pengalaman, menyimpan arsip dan masih banyak hal lain.

20181119_184245_00011076822368.png

Di tahun 2007an dimana internet sedang tumbuh dan saat dimana saya sedang fokus menyelesaikan pendidikan S1 yang hampir usai, banyak bermunculan hobi baru yang berhubungan dengan internet. Saat itu sedang booming friendster dan saya juga salah satu penggunanya. Seiring berjalannya waktu juga muncul komunitas blogger baik yang menggunakan blogspot maupun wordpress dan saya yang masih labil waktu itu juga membuat akun di blogspot dan wordpress. Seorang teman juga menyarankan saya membuat blog dan mengikuti mailinglist yang waktu itu juga lagi ngetrend sebelum munculnya grup belajar berplatform whatsapp. Awal dapat ilmu ngeblog juga dari seorang teman yang mengajak saya mengikuti seminar di jurusan matematika waktu itu. Di awal-awal nulis, tujuannya memang sekedar ikut-ikutan teman-teman. Niatnya juga ingin bikin blog ala-ala penulis beken yang bisa memberi inspirasi ke banyak orang. Bolak-balik berganti tema dan hanya say hallo sekali di masing-masing blog akhirnya keinginan menulis itu hilang sendirinya seiring kelulusan saya dan kesibukan yang mulai berganti.

20181119_185246_00011923010949.png

Tahun 2010 awal resign dari sekolah tempat saya mengajar, saya mulai menggarap online shop dengan teman saya. Lagi-lagi blog yang dulu sempat terbengkalai saya buka lagi dan saya ganti tema. Sempat ganti header dan alamat blog juga di blogspot tapi semangat tersebut akhirnya surut lagi.

Baru di tahun ini, setelah sekian lama vakum menulis maka saya perbaiki niat saya lagi. Apalagi, kesibukan saat ini sebagai ibu rumah tangga membuat saya lebih banyak di rumah. Meski berjibun pekerjaan dari bangun pagi hingga tidur tiada habisnya, namun sesekali kejenuhan muncul. Kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang terkesan monoton membuat saya berpikir mencari sesuatu yang menyenangkan tapi bermanfaat. Akhirnya saya putuskan ikut komunitas parenting, dan dari situ saya semacam mendapat pencerahan. Banyak kesibukan, hobi dan beragam profesi yang membuat saya membuka mata.Ternyata suatu yang saya pikir sekedar hobi bisa menghasilkan. Mulai dari menulis baik buku maupun blog, Menggambar, Merajut, berbisnis sesuai hobi, dan lainnya. Dari situlah keinginan saya untuk menulis muncul lagi. Tujuannya saat ini karena lebih ingin membagi ilmu, energi positif, menyimpan arsip dan cerita perjalanan saya belajar ilmu parenting yang saya terapkan ke anak-anak dan lebih sebagai proses healing saya.Setiap perempuan khususnya yang bernama ibu pasti butuh ruang sendiri, ruang untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri agar tetap produktif dan bermanfaat bagi banyak orang.Sering saya dengar, jika ingin menjadi expert, maka butuh latihan tiap hari hingga mendapat jam terbang yang tinggi. Meski masih newbie, saya akan berproses dan mencoba meneguhkan niat. Ini alasan kenapa saya ingin menulis blog, Kalau kamu? apa tujuanmu menulis blog?

.

 

Inner Child, Yang belum tuntas dalam mendidik Anak

Ketika mendapat materi Inner Child atau bahasa lainya Ghost Parenting, rasanya saya merasa tertampar. Saya sadar, sebenarnya ada rasa “belum ikhlas” atas perlakuan orangtua kepada saya di masa-masa saya masih serumah. Baik ketika masih kecil hingga saya menginjak dewasa, banyak sekali kenangan buruk justru terekam dalam memori padahal saya sudah berusaha memaafkan dan ridho atas segala yang terjadi. Toh, ini semua karena kekurangan ilmu yang mereka miliki dalam mendidik saya waktu kecil dan karena saya juga anak sulung yang harusnya memang banyak memahami kelelahan orangtua dalam membagi waktunya dalam bekerja, membiayai saudara orangtua yang masih sekolah dan segala tanggungan yang ditopang, juga masih merawat adek saya. Dan diatas semua itu segala kejadian yang kita alami juga merupakan ujian yang harus saya hadapi untuk naik tingkat di hadapan Allah.

Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepad hatinya. Allahlah yang Maha Mengetahui segala sesuatu (QS At Taghaabun 11)

Kadang tanpa disadari, saya terlalu memaksa si kakak melakukan segala yang melebihi jangkauan usianya. Tanpa disadari saya juga sering memarahi dan akhirnya berujung penyesalan, kenapa saya lakukan ini?

Well, semua harus berhenti disini, semua luka yang saya alami tak perlu berlanjut ke kakak. Cukup sampai disini dan saatnya saya berjuang mengatasi segala luka dan berusaha membesarkan anak-anak dengan perasaan bahagia sehingga merekapun bahagia dibesarkan dan dididik oleh kita. Saatnya bangkit!!

Bagi yang belum paham tentang Inner Child, Dalam materi Bunda Sayang dan Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Inner Child merupakan Pengalaman masa lalu yang belum tuntas, belum terselesaikan dengan baik yang akhirnya mempengaruhi pola perilaku kita terhadap lingkungan, kebiasaaan, sikap dan emosi kita ketika menghadapi suatu keadaan.

20181113_142132_0001.png

Saatnya Berbenah!!

Lalu, ketika kita sadar ada inner child dalam diri kita yang belum tuntas, maka bagaimana sebaiknya langkah kita? Sayapun mencoba hal-hal berikut :

  1. Mengingat-ingat kembali apa yang membuat kita masih punya ganjalan di masa lalu, jujur sejujur-jujurnya dengan hati lapang. Karena ini akan mempermudah penyembuhan
  2. Berkomunikasi dengan diri kita tentang yang kita rasakan agar mampu memaafkan
  3. Mengingat kenangan indah di waktu kecil. Bukankah justru kenangan positif kita lebih banyak ketimbang pengalaman negatif kita?
  4. Mengidentifikasi jenis Inner Child dalam diri kita, pemarah, murung, ketakutan atau ceria
  5. Mencari penyembuhan dengan menulis diary atau terapi bicara dengan menganggap diri kita sebagai pengasuh di masa sekarang yang sedang berkomunikasi dengan diri kita di masa lampau. Jikapun ingin menangis, lepaskan..agar diri menjadi lebih tenang
  6. Memaafkan dan menulis jurnal syukur. Menempel tulisan “SAYA ADALAH ORANG PALING BERUNTUNG DI DUNIA” di tempat yang sering kita lalui atau kita gunakan, misal meja kerja, kulkas, dll
  7. Berterimakasih terhadap diri sndiri atas pencapaian yang kita peroleh.

Semoga hal-hal diatas bisa mengurangi beban yang kita bawa di masa lampau ya gengs !

Sumber : Institut Ibu Profesional