Ini Alasanku Menulis Blog

Hal yang sering dialami blogger pemula seperti saya ini adalah bingung bagaimana memulai belajar menulis agar tulisannya bisa dinikmati smua orang. Awalnya memulai dengan mengetik 50 karakter setelah itu edit sana edit sini kemudian stag alias berhenti. Bingung yang kira-kira mau ditulis. Kalau udah gitu, bawaannya jadi males buat lanjutin tulisannya dan jadilah cuma ngedit tema terus nutup blog. Hehe…pengalaman saya banget yang ini…Dari pngalaman ini, dan dari ikut komunitas parenting dari situlah perjalanan jadi blogger ini berlanjut. Satu persatu saya temukan cara agar tetep bisa semangat melanjutkan mimpi saya untuk bisa nulis meski belum cucok meong alias belum enak dibacanya. Saya mulai mengenal teman yang suka ngeblog dengan beragam tema yang mereka usung. Ada yang nulis blog lebih karena memang profesinya jadi penulis dan content writer, ada pula yang sering menerima tawaran review produk dan adapula yang ngeblog hanya sekedar bersenang-senang, menyimpan arsip dan berbagi ilmu.

Dari mengenal bermacam blogger inilah saya jadi sering berkunjung ke laman mereka dan disitu saya menemukan secercah harapan. Seperti semacam menemukan jarum diantara jerami, berawal dari ketidaksengajaan akhirnya ketemulah saya dengan Blogger Perempuan. Ketika saya kulik lamannya, Eh..tetiba saya jatuh cinta..Love at first sight gitu dan saya putuskan gabung disini.

Kenapa saya memutuskan gabung di Blogger Perempuan dan bangga memasang Bannernya meski belum punya follower?. Bergabung di Komunitas Blogger Perempuan ini ternyata punya banyak manfaat antara lain :

  1. Silaturahmi

Ya, dari Blogger Perempuan ini saya jadi bertemu dengan banyak orang di dunia maya. Dari ibu rumah tangga hingga anak kuliahan. Dari yang hobi kulineran hingga yang suka ngcraft. Saya jadi merasa menemukan saudara. Di Blogger Perempuan saya berharap bisa mengenal dan berteman dengan banyak orang, siapa tau akhirnya berujung pada ikatan silaturahmi ataupun bisnis, hehe..maunyaa.. Kalau sudah punya teman gini akhirnya kita bisa saling mengingatkan jika salah dan menyemangati dalam kebaikan.

group of people doing star handsign

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

  1. Agar Termotivasi

Dengan berkomunitas dan bergabung di Blogger Perempuan ini, kita seperti menemukan keluarga. Melihat teman bersemangat menulis, saya jadi ikutan bersemangat. Jika sudah mulai kendor semangatnya, kita bisa blogwalking ke laman teman kita dan jadilah kita bersemangat lagi.

  1. Info Lomba

Baru-baru ini, saya jadi hobi ikut lomba dan kontes. Maklum, sebagai istri yang kegiatannya lebih banyak di rumah. Saya jadi terdorong untuk mengikuti beragam kontes dan lomba agar tidak jenuh dengan aktivitas keseharian. Di Blogger Perempuan saya menemukan banyak info kontes yang memacu saya untuk menulis lagi dan lagi.

  1. Mencari Inspirasi

Disini, di Blogger perempuan ini saya juga jadi menemukan banyak ide menulis dan bermacam gagasan dari beragam orang. Dari sekedar hobi jalan-jalan bisa jadi penulis buku, dari hobi memasak bisa mendulang dolar, bahkan yang hobinya berkomentar bisa dibayar. Seru kan..

business money innovation icon

Photo by Pixabay on Pexels.com

  1. Menjadi Profesional

Bagi saya yang masih apalah ini, saya begitu terbantu dengan ikut platform ini. Yang tadinya buta soal blog, akhirnya sedikit banyak saya jadi tau soal SEO, Google trends, yang lagi viral bhkan belajar bagaimana hobi yang kita tekuni ini bisa mendulang dolar gaess..Masih menyangkal gak mau gabung disini? Yang ada..rugiiiii….

Iklan

Judul Blogku bagian dari diriku

Kalau ditanya kenapa memilih judul blog seperti yang tercantum, saya jadi galau deh. Gak punya alasan tepatnya..Asal tiba-tiba muncul aja. Saya sudah sering ganti-ganti judul blog, sampai hari inipun sepertinya belum klik sama judulnya. Kalau alamatnya, dari awal memang sudah kebacut (red : terlanjur) demikian. Mau diganti, ternyata susah. Mungkin nanti ya, kalau udah jadi .com baru saya ganti judul yang catching, enak didenger dan dihafal.

Pertama kali, judulnya waktu itu sama kayak alamatnya. Emang dasar usia labil dan masih suka galau, alhasil jadilah alamat dan judulnya menandakan kegalauan. Pernah juga saya ganti judul jadi kinanthi karena waktu itu online shop saya judulnya itu, itung-itung sekalian promosi ceritanya.

 

Padahal, judul yang baik itu juga seperti doa. Menyiratkan konten dalam blognya. Cuma ya karena isinyapun gado-gado, belum punya spesifikasi yang jelas meskipun ada kecenderungan ke arah parenting dan hobi jadi judulnya demikian

Akhir dari kegalauan saya selama ini semoga berhenti disini. Ya, judul blog “Catatan Perjalanan” lebih karena saya meniatkan blog sebagai

  1. Arsip saya dalam berproses membesarkan dua anak
  2. Menekankan perjalanan hidup saya.

Saya hanya berpikir siapa tau nantinya perjalanan hidup saya bisa jadi bahan untuk bercerita ke anak cucu, bahwa eyangnya pernah punya blog. Pernah gagal bikin masakan tapi terus mau belajar memperbaiki. Pernah berbuat kesalahan mendidik anak tapi terus mau belajar dan bersungguh-sungguh tak mengulangi. Pernah juga bikin DIY karena alasan lagi gak punya duit atau memang lagi irit sekaligus mengasah kreativitas emak-emak. Pernah ada senang, sedih, duka dan gembira dalam membersamai suami dan anak. Yang pasti tujuannya mengharap ridho Allah dan suami sekaligus agar usia yang ada menjadi berkah buat semua.

3.  Tempat curhat

Diary bernama blog ini juga merupakan bagian hidup saya. Karena proses menulis itu juga bisa jadi penyembuh luka agar prosesnya menjadi lebih cepat dan menyenangkan dan sekaligus agar proses metamorfosis saya terekam disini agar bisa menjadi kupu-kupu yang cantik di mata Allah. Yang jelas bukan nyampah ala kadarnya tetapi lebih ingin menebar energi positif.

Bagaimana denganmu? Apa judul blogmu?

Isi Blogku Nano-nano kayak permen :)

Awal-awal nulis dulu, karena gak punya konsep yang jelas, dan gak tau mau isi apa ini blog akhirnya semangat saya jadi mundur teratur alias ngilang entah kemana. Sekarang, ketika sudah jadi emak-emak kayak gini saya bulatkan tekad buat ngisi lagi dan saya mulai punya konsep jelas perihal apa yang ingin saya tuangkan. Ya, tau tujuan, tau konsep, tau mau dibawa kemana blog ini,hehe kayak lagu aja ya..

Selain punya tujuan yang jelas, ternyata biar kita betah dan rajin menulis di blog, tulisan-tulisan yang kita upload harus sesuai minat dan fokus kita. Sudah pasti tema masing-masing blog beda-beda bergantung minat orang yang menuliskannya.

Bagi saya sendiri yang masih newbie, beberapa tulisan di blog saya lebih banyak berisi tentang parenting yang saya dapat dari berbagai kegiatan baik seminar,kulwap, hasil baca buku dan browsing dan mengikuti beberapa komunitas.

Rencana kedepannya blog saya yang meski nano-nano akan saya isi content tentang :

  1. Memasak

Yang jelas, meski bukan hobi tapi saya suka mencoba resep baru. Soalnya dari kecil saya tomboy dan memasak bukanlah hobi saya, hehe. Tapi karena ingin menyenangkan suami dan anak, saya jadi suka follow di instagram dan baca blog tentang memasak dan membuat cemilan.

Yang jelas, karena membuat camilan sendiri juga menjadi projct jangka panjang saya. Slain ingin menyajikan makanan sehat juga karena pesan dari bapak mertua yang selalu saya ingat “Anak tidak akan suka jajan kalau ibunya rajin membuatkan makanan dan cemilan di rumah”.

2. DIY

Hehe, demi irit dan memuaskan hobi kalo ini. Bisa Do It Yourself apa aja, Crafting, Gardening, Jahit menjahit bahkan mainan homemade untuk anak-anak. Kemarin di waktu materi 3 tentang meningkatkan kecerdasan anak di kuliah whatsapp Institut Ibu Profesional saya sempet bikin wayang-wayangan, playdough homemade, cat air aman untuk anak tapi dikarenakan ribet ini itu akhirnya sampe hari ini belum saya tulis juga resep dan langkah-langkahnya.Hmm..semoga segera setelah ini saya upload yaa..

3. Review tempat yang saya kunjungi

Jujur, saya suka banget jalan-jalan. But, semenjak saya ngurus dua bocah yang masih kecil-kecil, kayaknya saya jadi jarang kemana-mana. Kedepannya ditunggu aja tulisannya

4. Parenting

Nah kalau ini sepertinya mendominasi. Saya sudah release tulisan tentang parenting.

Tujuan utamanya lebih sekedar untuk mengingatkan saya sendiri, healing procss, dan sebagai arsip dari hasil berburu ilmu di komunitas, baik seminar, grup whatsapp maupun hasil baca buku dan browsing. Bersyukur kalau ternyata jyga bermanfaat untuk orang lain. Bagaimana punyamu? Isinya pasti seru juga kan?

Menulis Blog ? Untuk apa ya?

Kalau dilihat sepintas, ada banyak alasan mengapa orang menulis blog, bisa karena kesepian sehingga blog menjadi tempat melampiaskan segala kegundahan, atau bisa jadi juga karena sekedar suka menulis, karena mengembangkan bisnis, mensyiarkan agama, menularkan ilmu, berbagi pengalaman, menyimpan arsip dan masih banyak hal lain.

20181119_184245_00011076822368.png

Di tahun 2007an dimana internet sedang tumbuh dan saat dimana saya sedang fokus menyelesaikan pendidikan S1 yang hampir usai, banyak bermunculan hobi baru yang berhubungan dengan internet. Saat itu sedang booming friendster dan saya juga salah satu penggunanya. Seiring berjalannya waktu juga muncul komunitas blogger baik yang menggunakan blogspot maupun wordpress dan saya yang masih labil waktu itu juga membuat akun di blogspot dan wordpress. Seorang teman juga menyarankan saya membuat blog dan mengikuti mailinglist yang waktu itu juga lagi ngetrend sebelum munculnya grup belajar berplatform whatsapp. Awal dapat ilmu ngeblog juga dari seorang teman yang mengajak saya mengikuti seminar di jurusan matematika waktu itu. Di awal-awal nulis, tujuannya memang sekedar ikut-ikutan teman-teman. Niatnya juga ingin bikin blog ala-ala penulis beken yang bisa memberi inspirasi ke banyak orang. Bolak-balik berganti tema dan hanya say hallo sekali di masing-masing blog akhirnya keinginan menulis itu hilang sendirinya seiring kelulusan saya dan kesibukan yang mulai berganti.

20181119_185246_00011923010949.png

Tahun 2010 awal resign dari sekolah tempat saya mengajar, saya mulai menggarap online shop dengan teman saya. Lagi-lagi blog yang dulu sempat terbengkalai saya buka lagi dan saya ganti tema. Sempat ganti header dan alamat blog juga di blogspot tapi semangat tersebut akhirnya surut lagi.

Baru di tahun ini, setelah sekian lama vakum menulis maka saya perbaiki niat saya lagi. Apalagi, kesibukan saat ini sebagai ibu rumah tangga membuat saya lebih banyak di rumah. Meski berjibun pekerjaan dari bangun pagi hingga tidur tiada habisnya, namun sesekali kejenuhan muncul. Kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang terkesan monoton membuat saya berpikir mencari sesuatu yang menyenangkan tapi bermanfaat. Akhirnya saya putuskan ikut komunitas parenting, dan dari situ saya semacam mendapat pencerahan. Banyak kesibukan, hobi dan beragam profesi yang membuat saya membuka mata.Ternyata suatu yang saya pikir sekedar hobi bisa menghasilkan. Mulai dari menulis baik buku maupun blog, Menggambar, Merajut, berbisnis sesuai hobi, dan lainnya. Dari situlah keinginan saya untuk menulis muncul lagi. Tujuannya saat ini karena lebih ingin membagi ilmu, energi positif, menyimpan arsip dan cerita perjalanan saya belajar ilmu parenting yang saya terapkan ke anak-anak dan lebih sebagai proses healing saya.Setiap perempuan khususnya yang bernama ibu pasti butuh ruang sendiri, ruang untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri agar tetap produktif dan bermanfaat bagi banyak orang.Sering saya dengar, jika ingin menjadi expert, maka butuh latihan tiap hari hingga mendapat jam terbang yang tinggi. Meski masih newbie, saya akan berproses dan mencoba meneguhkan niat. Ini alasan kenapa saya ingin menulis blog, Kalau kamu? apa tujuanmu menulis blog?

.

 

Inner Child, Yang belum tuntas dalam mendidik Anak

Ketika mendapat materi Inner Child atau bahasa lainya Ghost Parenting, rasanya saya merasa tertampar. Saya sadar, sebenarnya ada rasa “belum ikhlas” atas perlakuan orangtua kepada saya di masa-masa saya masih serumah. Baik ketika masih kecil hingga saya menginjak dewasa, banyak sekali kenangan buruk justru terekam dalam memori padahal saya sudah berusaha memaafkan dan ridho atas segala yang terjadi. Toh, ini semua karena kekurangan ilmu yang mereka miliki dalam mendidik saya waktu kecil dan karena saya juga anak sulung yang harusnya memang banyak memahami kelelahan orangtua dalam membagi waktunya dalam bekerja, membiayai saudara orangtua yang masih sekolah dan segala tanggungan yang ditopang, juga masih merawat adek saya. Dan diatas semua itu segala kejadian yang kita alami juga merupakan ujian yang harus saya hadapi untuk naik tingkat di hadapan Allah.

Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepad hatinya. Allahlah yang Maha Mengetahui segala sesuatu (QS At Taghaabun 11)

Kadang tanpa disadari, saya terlalu memaksa si kakak melakukan segala yang melebihi jangkauan usianya. Tanpa disadari saya juga sering memarahi dan akhirnya berujung penyesalan, kenapa saya lakukan ini?

Well, semua harus berhenti disini, semua luka yang saya alami tak perlu berlanjut ke kakak. Cukup sampai disini dan saatnya saya berjuang mengatasi segala luka dan berusaha membesarkan anak-anak dengan perasaan bahagia sehingga merekapun bahagia dibesarkan dan dididik oleh kita. Saatnya bangkit!!

Bagi yang belum paham tentang Inner Child, Dalam materi Bunda Sayang dan Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Inner Child merupakan Pengalaman masa lalu yang belum tuntas, belum terselesaikan dengan baik yang akhirnya mempengaruhi pola perilaku kita terhadap lingkungan, kebiasaaan, sikap dan emosi kita ketika menghadapi suatu keadaan.

20181113_142132_0001.png

Saatnya Berbenah!!

Lalu, ketika kita sadar ada inner child dalam diri kita yang belum tuntas, maka bagaimana sebaiknya langkah kita? Sayapun mencoba hal-hal berikut :

  1. Mengingat-ingat kembali apa yang membuat kita masih punya ganjalan di masa lalu, jujur sejujur-jujurnya dengan hati lapang. Karena ini akan mempermudah penyembuhan
  2. Berkomunikasi dengan diri kita tentang yang kita rasakan agar mampu memaafkan
  3. Mengingat kenangan indah di waktu kecil. Bukankah justru kenangan positif kita lebih banyak ketimbang pengalaman negatif kita?
  4. Mengidentifikasi jenis Inner Child dalam diri kita, pemarah, murung, ketakutan atau ceria
  5. Mencari penyembuhan dengan menulis diary atau terapi bicara dengan menganggap diri kita sebagai pengasuh di masa sekarang yang sedang berkomunikasi dengan diri kita di masa lampau. Jikapun ingin menangis, lepaskan..agar diri menjadi lebih tenang
  6. Memaafkan dan menulis jurnal syukur. Menempel tulisan “SAYA ADALAH ORANG PALING BERUNTUNG DI DUNIA” di tempat yang sering kita lalui atau kita gunakan, misal meja kerja, kulkas, dll
  7. Berterimakasih terhadap diri sndiri atas pencapaian yang kita peroleh.

Semoga hal-hal diatas bisa mengurangi beban yang kita bawa di masa lampau ya gengs !

Sumber : Institut Ibu Profesional

Momen membahagiakan dalam hidupku

Kalau mengingat-ingat masa kehamilan, rasanya saya jadi pengen hamil lagi. Apalagi di momen-momen tersebut suami menunjukkan perlindungan lebih kepada saya,hehe. Waktu itu, empat tahun yang lalu ketika pertama kali saya sadar bahwa saya terlambat datang bulan, saya segera ke apotek mencari test pack untuk memastikan. Dan surprise…Alhamdulillah, 4 bulan kami menikah saya hamil. Suami juga tak kalah senangnya waktu beliau tahu saya hamil. Kami datangi bidan praktek yang dekat dengan rumah kami. Bidan mulai menghitung kehamilan saya dan memberitahu bahwa kehamilan saya waktu itu berumur 6 minggu.

Selama hamil, saya lebih banyak membaca buku-buku dan artikel di internet mengenai kehamilan dan tumbuh kembang anak serta mengunduh aplikasi terkait kehamilan agar bisa mengetahui tumbuh kembang adek bayi di perut. Tak lupa suami memenuhi kebutuhan saya dan adek bayi dengan membeli tablet asam folat dan susu hamil. Tak lupa kami sempatkan mengecek perkembangan si kakak melalui USG ke dokter kandungan tiap bulan.

Di awal kehamilan berat tubuh saya sempat turun beberapa saat dikarenakan nafsu makan turun. Meskipun gampang sekali lapar tapi ada rasa khawatir karena merasa mual ketika makan, Akhirnya saya menyiasatinya dengan makan sedikit dan sering serta disarankan membawa cemilan sehat seperti buah atau biscuit susu ketika pergi mengajar. Pada saat hamil seperti ini suami jadi lbih protektif kepada saya.

Di kehamilan 9 bulan, suami sering menemani saya jalan-jalan karena begitu berharap bahwa si kakak bisa lahir melalui proses persalinan normal. Namun ternyata bidan yang tahu riwayat kecelakaan yang saya alami ketika kuliah akhirnya merujuk saya ke dokter untuk mengetahui lebih jauh tentang kehamilan saya. Karena tahu kalau panggul saya tak simetris dan karena ada beberapa alasan medis maka akhirnya dokter menyarankan saya menempuh operasi Caesar. Pada kunjungan minggu ke 38 meskipun belum merasakan kontraksi saya diminta rawat inap agar bisa diobservasi. Saya dan suami akhirnya sepakat dengan keputusan dokter dan malam sehari sebelum lebaran si kakak lahir dengan selamat dengan berat 3 kg dan panjang 50 cm. Ada rasa bahagia bercampur haru ketika si kakak lahir ke dunia karena tantangan baru sebagai orangtua segera dimulai.

Dari hari ke hari si kakak tumbuh dengan baik sesuai dengan tahap perkembangan anak yang ada di milestone. Demi kebutuhan gizi dan psikologisnya maka saya memberikannya ASI eksklusif selama 6 bulan. Saya juga menstimulasi tumbuh kembangnya dengan memberi pijatan sedikitnya seminggu sekali dan senam bayi tiap hari. Efeknya si kakak jarang sakit dan lebih percaya diri ketika bertemu dengan orang banyak. Saya juga belajar bagaimana menyiapkan makanan pendamping ASI buat si kakak yang diawali dengan sayur-sayuran kemudian buah-buahan yang dicampur dengan ASI dan berlanjut ke MPASI dengan tekstur yang lebih padat dan dan lebih lengkap dengan tidak memberikan garam dan gula sebelum usia setahun.

Test-2.png
sumber : http : //round.glass/blossom/wp-content/uploads/sites/6/2017/09/test-2.png

Sempat ada tetangga yang mencibir waktu si kakak saya buatkan MPASI dari buah yang saya campur ASI. Apa doyan? Apa aman? Dan lain sebagainya. Tapi saya tepis perasaan tak nyaman saya, yang penting kakak sehat dan kebutuhan gizinya terpenuhi. Aneh juga ada yang mencibir saya ketika memberikan MPASI buatan sendiri. Padahal makanan bayi instan yang mahal sekalipun belum tentu bisa memenuhi kebutuhan gizinya dan belum tentu terserap dengan baik oleh tubuh.

Selain kebutuhan fisik, saya penuhi kebutuhan psikologisnya dengan memberikan kasih sayang dan pelukan setiap hari karena saya yakin dengan semakin sering dipeluk si kakak semakin punya ketahanan tubuh yang baik terhadap sakit, dan Alhamdulillah si kakak jarang sakit. Bahkan kakak sudah mampu berjalan dan berbicara dengan kosakata yang cukup banyak untuk anak seusianya. Bahkan beberapa sering mengira kakak sudah berusia 4 tahun karena tubuhnya yang tinggi dan bicaranya yang sudah lancar.

Banyak yang mengira bahwa anak yang kurus berarti kurang gizi, padahal pemahaman ini belum tentu benar.Anak yang kurus tapi tetapi gesit, berbadan tegap dan ceria menandakan dia sehat. Tapi kita perlu waspada jika badannya yang kurus juga diikuti dengan pertumbuhan badannya yang tidak sesuai dengan anak seusianya, sebab bisa jadi dia terkena stunting. Anak yang tubuhnya lebih kecil dari standar usianya dan disebabkan karena tidak terserapnya gizi yang ia terima dengan baik dinamakan stunting. Stunting bisa dialami anak usia 0 hingga 3 tahun yang disebabkan oleh banyak faktor. Misal dikarenakan cacingan akibat sanitasi di rumah yang kurang baik dan tak pernah mengkonsumsi obat cacing, atau karena pola asuh dan asupan yang diberikan belum memenuhi gizi seimbang. Jika stunting tidak cepat ditangani, tentu efeknya akan menghambat daya berpikir dan kemampuan fisiknya. Kasihan jika anak sering sakit dan tidak bisa beraktivitas banyak dikarenakan pola makan dan pola asuh yang salah dari orangtuanya.

Stunting_di_Indonesia_2018.jpg

sumber : grafis.tempo.co/read/1250/prevalensi-penyebab-dan-pencegahan-stunting-di-indonesia-2018

 

Solusi agar anak tidak stunting adalah kegigihan ibu dan peran serta keluarga dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tumbuh kembang anak dan menerapkan pola asuh yang benar. Disini peran dan tanggung jawab menyelamatkan generasi anak Indonesia menjadi tugas kita bersama. Dengan memperbaiki pola asuh, menjaga kebersihan lingkungan serta menunjang gizi seimbang keluarga berarti kita ikut menyelamatkan sebuah generasi.

Tips Menyusun Resolusi Tahunan

Gak terasa bentar lagi tahun baru ya mom. Padahal kayaknya baru kemaren tahun baru, eh kok cepetan gitu waktunya yaa. #Eh..Buat mom yang suka merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan teratur pasti gak asing dengan istilah Resolusi dan planner. Ada beberapa tips dalam menyusun Resolusi agar yang kita tuliskan ke planner dapat terwujud dengan baik.

  1. Evaluasi kegagalan sebelumnya

Apabila target-target yang kita susun sebelumnya masih banyak yang belum tercapai atau bahkan gagal. Maka sebelum menyusun rencana berikutnya, renungkanlah dan evaluasi yang menjadi penyebabnya. Jika terlalu sulit dicapai, Rsolusi setahun bisa diuraikan menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa di cek harian.

  1. Prioritaskan apa yang menjadi misi hidup kita

Ada yang hobinya ikut tren? Yang hobinya stalking di facebook, twitter, steller atau instagram orang dan jadi kepengen ini itu seperti yang orang lain jalankan, sekarang saatnya taubat. Berhentilah menjadi orang lain dan jadilah diri sendiri. Belum tentu apa yang dijalankan dan diterapkan orang lain dalam kehidupannya juga baik untuk kita. Misal : Ada teman kita yang kemampuannya berbicara di depan publik dan menjadikannya hobi, sebut saja si A.

Sehingga akhirnya teman kita menjadi pembicara dan MC di berbagai seminar dan workshop. Sementara kita yang bakat dan passionnya lebih ke desain dan tulisan maka jika kursus public speaking hanya sekedar ikut-ikutan maka tinggalkanlah dan kembalikan fokus kita.

 

 

 

  1. Realistis

Jika resolusi tahun depan adalah jalan-jalan ke luar negeri sementara keuangan saat ini belum memadai maka pikirkan ulang karena hal ini hanya akan menambah daftar kegagalan anda dan menambah beban bagi anda. Namun jika mom punya trik mencapainya hal tersebut tentu tak menjadi masalah.

 

  1. Tentukan KM 0 perjalanan anda

Menentukan KM 0 berarti menentukan start dimulainya. Misal kalau mom bercita-cita menulis buku. Maka yang perlu dilakukan adalah kapan akan memulainya. Hari inikah ? Bulan depan kah? Jangan lupa tentukan pula kapan kita akan menguasainya secara menyeluruh. Setahunkah? Atau lebih lama lagi, sehingga nantinya kita tahu dan bisa membaginya dalam rencana kecil seperti minimal menulis 1 minggu 1 judul tulisan atau 1 hari satu tulisan.

  1. Lakukan

Just Do It! Segera lakukan, jangan banyak berfikir dan jangan banyak penundaan. Kesalahan dan kegagalan yang terjadi akan dapat segera diperbaiki jika kita berani memutuskan bersegera.

  1. Konsisten

Jika pada akhirnya ketika mom sudah mulai dan muncul rintangan. Tetaplah konsisten dan anggaplah rintangan itu sebagai bagian tantangan yang harus dipecahkan.

  1. Beri Reward ketika kita berhasil

Nah..tak ada salahnya menghadiahi diri sendiri. Karena ini akan menambah lecutan smangat mom untuk selalu berusaha Semangat !!

Semoga dengan tips ini kita bisa lebih fokus dan berhasil mencapai target dan resolusi yang telah kita susun.

Sumber : Materi 4 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Gak terasa bentar lagi tahun baru ya mom. Padahal kayaknya baru kemaren tahun baru, eh kok cepetan gitu waktunya yaa. #Eh..Buat mom yang suka merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan teratur pasti gak asing dengan istilah Resolusi dan planner. Ada beberapa tips dalam menyusun Resolusi agar yang kita tuliskan ke planner dapat terwujud dengan baik.

  1. Evaluasi kegagalan sebelumnya

Apabila target-target yang kita susun sebelumnya masih banyak yang belum tercapai atau bahkan gagal. Maka sebelum menyusun rencana berikutnya, renungkanlah dan evaluasi yang menjadi penyebabnya. Jika terlalu sulit dicapai, Rsolusi setahun bisa diuraikan menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa di cek harian.

  1. Prioritaskan apa yang menjadi misi hidup kita

Ada yang hobinya ikut tren? Yang hobinya stalking di facebook, twitter, steller atau instagram orang dan jadi kepengen ini itu seperti yang orang lain jalankan, sekarang saatnya taubat. Berhentilah menjadi orang lain dan jadilah diri sendiri. Belum tentu apa yang dijalankan dan diterapkan orang lain dalam kehidupannya juga baik untuk kita. Misal : Ada teman kita yang kemampuannya berbicara di depan publik dan menjadikannya hobi, sebut saja si A. Sehingga akhirnya teman kita menjadi pembicara dan MC di berbagai seminar dan workshop. Sementara kita yang bakat dan passionnya lebih ke desain dan tulisan maka jika kursus public speaking hanya sekedar ikut-ikutan maka tinggalkanlah dan kembalikan fokus kita.

  1. Realistis

Jika resolusi tahun depan adalah jalan-jalan ke luar negeri sementara keuangan saat ini belum memadai maka pikirkan ulang karena hal ini hanya akan menambah daftar kegagalan anda dan menambah beban bagi anda. Namun jika mom punya trik mencapainya hal tersebut tentu tak menjadi masalah.

  1. Tentukan KM 0 perjalanan anda

Menentukan KM 0 berarti menentukan start dimulainya. Misal kalau mom bercita-cita menulis buku. Maka yang perlu dilakukan adalah kapan akan memulainya. Hari inikah ? Bulan depan kah? Jangan lupa tentukan pula kapan kita akan menguasainya secara menyeluruh. Setahunkah? Atau lebih lama lagi, sehingga nantinya kita tahu dan bisa membaginya dalam rencana kecil seperti minimal menulis 1 minggu 1 judul tulisan atau 1 hari satu tulisan.

  1. Lakukan

Just Do It! Segera lakukan, jangan banyak berfikir dan jangan banyak penundaan. Kesalahan dan kegagalan yang terjadi akan dapat segera diperbaiki jika kita berani memutuskan bersegera.

  1. Konsisten

Jika pada akhirnya ketika mom sudah mulai dan muncul rintangan. Tetaplah konsisten dan anggaplah rintangan itu sebagai bagian tantangan yang harus dipecahkan.

  1. Beri Reward ketika kita berhasil

Nah..tak ada salahnya menghadiahi diri sendiri. Karena ini akan menambah lecutan smangat mom untuk selalu berusaha Semangat !!

Semoga dengan tips ini kita bisa lebih fokus dan berhasil mencapai target dan resolusi yang telah kita susun.

Sumber : Materi 4 Matrikulasi Institut Ibu Profesional