Dampak Media Sosial bagi Surat Kabar

Tanggal 26 Oktober 2018 kemarin menjadi momen paling mengharukan dari sejak pertama kali terbitnya tabloid bola di tahun 1984. Tabloid yang sudah lebih dari 33 tahun menyapa pembaca tiap dua minggu sekali itu mengumumkan dirinya tidak lagi terbit dan di edisi terakhir tersebut menjadi ajang pamitan tabloid bola yang viral di minggu-minggu sebelumnya di twitter dengan hastag #Terimakasihpembaca. Sedih memang melihat banyak sekali surat kabar dan penerbit di Indonesia mulai gulung tikar. Beberapa surat kabar sudah beralih dalam bentuk digital yang lebih mudah dinikmati.

id_tbolas2018mth10ed2915-2024797622.jpg
sumber : ebooks.gramedia.com

Di era yang serba digital ini, semua berubah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Mulai dari smartphone yang semakin pintar dilengkapi dengan beragam fitur dengan harga yang semakin terjangkau, adanya transaksi online dalam hal perbankan, kirim barang, pesan tiket pesawat dan voucher hotel, belanja online hingga pembayaran makanan pun bisa dipesan antar , semua layanan mobile ini menjadi begitu mudah aksesnya. Hal inilah yang mengakibatkan semakin turunnya minat pembaca surat kabar dan akhirnya berakibat semakin menurunnya oplah penjualan yang menyebabkan tidak sedikit pekerja media yang akhirnya merasakan dampak PHK.
Berikut ada alasan kenapa orang lebih memilih Media Sosial ketimbang membaca surat kabar :

apple applications apps cell phone

Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

1. Memperoleh berita secara cepat dan tepat

Adanya sosial media seperti Twitter, Instagram, Facebook, Linkedin, Google+, Youtube, dan masih banyak lagi membuat orang mengetahui peristiwa terkini dan lebih mudah mengetahui fakta di lapangan tanpa merasa perlu lagi membaca surat kabar yang kemunculan beritanya baru bisa dinikmati esok harinya setelah kejadian.

2. Sangat mudah diakses tanpa perlu keluar ruangan

Semua pembaca menjadi mudah mengakses informasi terkini dengan sangat cepat bahkan dalam hitungan detik.

3. Bebas berkomentar dan Memberitakan.

Dengan adanya media yangserba digital, setiap orang menjadi semakin pandai melaporkan pemberitaan terkini yang dikemas dalam format foto hingga video kejadian hingga bermunculan hoax dimana-mana. SAtu hal yang perlu diingat, tetaplah bijak menggunakan media sosial dan tidak melanggar undang-undang.

4. Pembaca menjadi terhubung satu sama lain tanpa merasa perlu bertatap muka langsung.

5. Perusahaan mulai melirik media sosial sebagai ajang promosi

Dengan semakin mudahnya berjejaring sosial, produsen akhirnya memutuskan beralih ke media sosial untuk mempromosikan produknya. Semakin viral selebgram, youtuber, dan influencer maka dirinya akan semakin potensial menerima tawaran iklan produk, produsen akan lebih memilih beriklan di media digital daripada surat kabar.

Iklan